Nasional | Diperbarui tanggal 12 November 2018

Restorasi 2 Juta Hektar Lahan Gambut dalam 5 Tahun

Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Kategori
Implementasi Restorasi
Status
Sedang Berjalan
Deskripsi Komitmen

Presiden Jokowi menegaskan bahwa Badan Restorasi Gambut (BRG) bertugas mengatur dan memfasilitasi restorasi 2 juta hektar lahan gambut di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua dalam lima tahun.

Target capaian restorasi gambut per tahun:

  • Tahun 2016 sebesar 30%
  • Tahun 2017 sebesar 20%
  • Tahun 2018 sebesar 20%
  • Tahun 2019 sebesar 20%
  • Tahun 2020 sebesar 10%

Perencanaan dan pelaksanaan restorasi gambut dimulai dari Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

HARI INI
12 November
2018
Restorasi gambut dan penanganan karhutla setelah siaga darurat
Oleh Pantau Gambut
Referensi perkembangan :
01 November
2018
Estimasi Area Terdampak Restorasi 454.589 Ha
Oleh Joko Widodo

Lihat Detail Perkembangan
06 Agustus
2018
BRG Belum Penuhi Janji Buka Data Restorasi
Oleh Badan Restorasi Gambut
Referensi perkembangan :
27 Juli
2018
Birokrasi dan administrasi bayangi restorasi gambut Kalteng 2018
Oleh Joko Widodo

Lihat Detail Perkembangan
06 Juni
2018
BRG Paparkan Rencana Restorasi Gambut oleh Perusahaan di Kalteng
Oleh Badan Restorasi Gambut
Referensi perkembangan :

Lihat Detail Perkembangan
16 Maret
2018
BRG-KLHK matangkan draf supervisi restorasi gambut swasta
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
28 Desember
2017
Capaian Restorasi Gambut Hingga Desember 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
02 November
2017
Pengawasan Restorasi Gambut di Area Konsesi Akan Dimulai 2018
Oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Lihat Detail Perkembangan
02 November
2017
Pendanaan BRG tahun 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut
Referensi perkembangan :
27 September
2017
Desa Peduli Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut
13 September
2017
340.000 Hektare Lahan Gambut Telah Direstorasi pada 2016 Hingga Pertengahan September 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
05 September
2017
Kerjasama Badan Restorasi Gambut dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
24 Agustus
2017
BRG Telah Merampungkan Pemetaan Lahan Gambut Skala Besar dengan Teknologi LiDAR di 4 Kabupaten untuk Perencanaan Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
14 Juli
2017
Gubernur Riau Menyepakati Nota Kesepahaman Perencanaan dan Pelaksanaan Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut
18 Juni
2017
BRG Mendorong Masyarakat untuk Mengelola Hutan dan Lahan Gambut secara Mandiri
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
17 Juni
2017
Penutupan Permanen Kanal Primer Bekas Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG)
Oleh Joko Widodo

Lihat Detail Perkembangan
19 April
2017
Kegiatan Restorasi Ekosistem Gambut BRG di Kalimantan Barat tahun 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
17 April
2017
BRG Mendanai Provinsi Jambi untuk Merestorasi Ekosistem Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
17 April
2017
BRG Memberikan Pelatihan dan Pembekalan Kepada Fasilitator Desa di 7 Provinsi Prioritas Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
31 Desember
2016
BRG Merencanakan Lebih Banyak Implementasi Lapangan dalam Restorasi Gambut Pada 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
05 Desember
2016
BRG Menugaskan Pemilik Izin Usaha untuk Restorasi Lahan Konsesi
Oleh Badan Restorasi Gambut
11 November
2016
BRG Memberi Arahan Tentang Kegiatan Sebelum Penataan Lahan Gambut kepada Pemegang Pemanfaatan Hasil Hutan Produksi
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
06 November
2016
BRG Mengeluarkan Laporan Triwulan kepada Presiden Republik Indonesia
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
06 November
2016
Anggaran Pencegahan Kebakaran di Lahan Gambut Telah Disetujui APBN 2017
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
20 Oktober
2016
BRG Bangun 15.000 Sekat Kanal untuk Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan
10 Oktober
2016
BRG Menerbitkan Peraturan tentang Pedoman dan Tata Cara Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut
14 September
2016
BRG Menetapkan Peta Indikatif Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut
09 Juni
2016
BRG Rampungkan Peta Restorasi Gambut
Oleh Badan Restorasi Gambut
01 Juni
2016
BRG Menghimbau Para Pelaku Usaha Hutan untuk Bersiap Menghadapi Musim Kemarau
Oleh Badan Restorasi Gambut

Lihat Detail Perkembangan

Memaksimalkan Potensi BRG dan memperbaiki faktor-faktor penghambat realisasi komitmen BRG, seperti aturan kewenangan, mekanisme pengalokasian dana, juga kurangnya koordinasi, data, informasi, dan indikator keberhasilan.

  1. Tidak terdapat aturan terkait kewenangan BRG untuk menindaklanjuti atau memberi sanksi atas laporan pelanggaran terkait restorasi gambut. Ini dapat menghambat penegakan hukum yang baik dalam pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.
  2. Kurang jelasnya mekanisme pengalokasian dana dari tingkat nasional ke daerah terkait upaya restorasi gambut.
  3. Kurangnya koordinasi antara BRG dengan Tim Restorasi Gambut Daerah dan Pemerintah Provinsi. Ini akibat tidak adanya peraturan terkait koordinasi langsung ketiga institusi tersebut. Akibatnya, implementasi restorasi di tingkat provinsi, kabupaten dan desa kerap terhambat.
  4. Belum tersedianya data dan informasi geospasial yang cukup rinci untuk perencanaan lapangan, serta kurangnya informasi terkait komitmen dan perkembangan restorasi gambut di Indonesia. Akibatnya, fungsi pemantauan dan kontrol publik terkait restorasi gambut tidak optimal.
  5. Tidak adanya indikator keberhasilan restorasi gambut atau kriteria yang dapat menunjukkan bahwa kegiatan restorasi berhasil mengembalikan kondisi lahan gambut.
  6. Kurang kuatnya visi bersama antar pejabat publik. Karena kurang kuatnya visi bersama ini, maka alur koordinasi antar K/L terkait dan perwujudan komitmen yang tertuang di PP no. 57 tahun 2016 jadi terhambat.
  7. Masih belum terintegrasinya program antar Deputi Badan Restorasi Gambut  II yang acapkali menimbulkan kebingungan di masyarakat

Mendorong pemerintah membenahi faktor penghambat realisasi komitmen BRG dengan mengatur kewenangan BRG, menyesuaikan perencanaan program dengan anggaran, memastikan koordinasi di setiap level, dan menetapkan indikator keberhasilan BRG.

  1. Presiden menerbitkan kebijakan yang mengatur kewenangan BRG untuk menindaklanjuti atau memberikan sanksi terhadap pelanggaran terkait restorasi gambut.
  2. Menyesuaikan perencanaan program BRG dengan kebutuhan anggaran, hingga pengalokasiannya ke tingkat daerah (BRG dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, Gubernur dan Bupati/Walikota)
  3. Presiden memastikan adanya koordinasi dan dukungan dari Kementerian/Lembaga dalam percepatan pelaksanaan restorasi gambut yang dipimpin BRG di setiap level pemerintahan
  4. Mempercepat kelengkapan situs web BRG sebagai sumber informasi resmi yang dapat diakses publik, termasuk melengkapi informasi geospasial dengan format yang sesuai dengan kebutuhan publik.
  5. Menetapkan indikator keberhasilan restorasi ekosistem lahan gambut (kriteria pulih), untuk periode waktu tertentu (jangka pendek dan panjang) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melibatkan BRG.
  6. Melakukan penyelarasan kebijakan. Visi bersama antar K/L terkait dapat terjadi jika ada penyelarasan kebijakan dan memastikan garis koordinasi antar Lembaga/Kementerian terkait
  7. Mempercepat satu peta yang terintegrasi antar lembaga di tingkat nasional dan daerah untuk menjadi rujukan bersama dalam menentukan wilayah restorasi gambut, serta membentuk tim verifikasi lapangan untuk memastikan pemetaan yang telah dihasilkan dari teknologi akurat sesuai dengan kondisi terkini di lapangan dengan melibatkan masyarakat.
Apa saja yang bisa saya lakukan?
Dukung komitmen inidengan berbagi informasi kepada teman - teman kamu
Kontak penanggung jawab lokal di daerahmu sekarang
Kamu punya cerita ?
Mari berbagi, kami tertarik untuk mendengarnya!